Contact details
If you have any queries or concerns about privacy, or you would like to
file a complaint about the way in which we have handled your personal
information, you should us at efriyaldi@gmail.com
PRIVACY POLICY
Wednesday, July 10, 2013
Saturday, December 8, 2012
Memaafkan Sebelum Orang Lain Minta Maaf
Tidak kurang dari 35 ayat Al-Quran yang menyebut kata "memaafkan" terutama yang dimaksud adalah maaf dari Allah atau pengampunan. Sementara itu, ada 7 ayat di antaranya yang menyebutkan saling memaafkan sesama manusia. Ada 3 cara memaafkan :
Ayat Al Quran Tentang Qurban
The Noble Qur'an ( in English ), As-Saffat 100-102 : 100. ( Ibrahim says ) "My Lord ! Grant me ( offspring ) from the righteous." 101. So We gave him the glad tidings of a forbearing boy. 102. And, when he ( his son ) was old enough to walk with him, he said :"O my son ! I have seen in my dream that I am slaughtering you ( offering you in sacrifice to Allah ). So look what you think !" ( Ishmael says ) He said :"O my father ! Do that which you are commanded, Insha Allah ( if Allah wills ), you shall find me of As-Sabirun ( the patient ), artinya :100. "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku ( seorang anak ) yang termasuk orang-orang yang shaleh. 101. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar 102. Maka tatkala anak itu sampai ( pada umur sanggup ) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata :" Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyemblihmu. maka fikirkanlah apa pendapatmu !" Ismail menjawab : "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat tersebut ?
Pertama, kepatuhan nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Hal ini tercermin dari kesungguhan dan keikhlasannya untuk melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui mimpinya. Padahal perintah itu, menurut ukuran manusia biasa terlalu berat untuk dilaksanakan, yaitu keharusan nabi Ibrahim untuk menyembelih putra yang amat disayanginya sebagai kurban.
Kedua, sikap Ibrahim yang tidak memaksakan kehendaknya. hal itu tercermin pada permintaan Ibrahim terhadap anaknya untuk memberikan pendapat dalam menanggapi mimpinya.
Ketiga, kerelaan Ismail untuk mengorbankan dirinya demi menjunjung tinggi perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya. Dikisahkan, tatkala Ismail akan disembelih ia mengajukan tiga syarat kepada ayahnya.
Pertama, kepatuhan nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah. Hal ini tercermin dari kesungguhan dan keikhlasannya untuk melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui mimpinya. Padahal perintah itu, menurut ukuran manusia biasa terlalu berat untuk dilaksanakan, yaitu keharusan nabi Ibrahim untuk menyembelih putra yang amat disayanginya sebagai kurban.
Kedua, sikap Ibrahim yang tidak memaksakan kehendaknya. hal itu tercermin pada permintaan Ibrahim terhadap anaknya untuk memberikan pendapat dalam menanggapi mimpinya.
Ketiga, kerelaan Ismail untuk mengorbankan dirinya demi menjunjung tinggi perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya. Dikisahkan, tatkala Ismail akan disembelih ia mengajukan tiga syarat kepada ayahnya.
Friday, August 31, 2012
Cara Mengingat Allah
Bagaimana cara mengingat Allah?
Apa yang dimaksud dengan mengingat Allah?
Yang utama adalah mengingat untuk bertaqwa
Apa yang dimaksud dengan mengingat Allah?
Yang utama adalah mengingat untuk bertaqwa
Monday, August 27, 2012
Mempertahankan dan Meningkatkan Taqwa Pasca Ramadhan
Kemenangan hakiki pasca Ramadhan adalah mempertahankan dan meningkatkan Taqwa setelah Ramadhan. Sesuai dengan dalil puasa yakni Surat Al Baqarah 183 bahwa puasa itu diperintahkan kepada orang yang beriman dan hasilnya pun tidak dipaksakan. "Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa" demikian Allah memberi perintahnya.
Cara Menghapus Dosa versi Islam dan Filsafat
Jika menggunakan dalil agama Islam, cara menghapus dosa adalah dengan bertaubat. Bagaimana melakukan taubat itu?
Friday, August 24, 2012
Ciri-ciri Orang Kembali Fitri atau Taqwa Setelah Ramadhan
Di Indonesia, mie instan-obat masuk angin-jamu kuat-rokok-dan berbagai produk yang sebagian besar gak ada manfaatnya ikut-ikutan mengklaim kalimat "kita tetap menang". Tentunya kalimat munafik itu tidak sekadar membodohi umat Islam, tapi juga
Subscribe to:
Posts (Atom)